Al-Qur'an tidak secara langsung menyebutkan teknologi dalam pengertian modern, tetapi banyak ayat yang bisa dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penciptaan alam.
Banyak sekali ayat yang mengajak manusia untuk menggunakan akal dan teknologi untuk memajukan kehidupan dan memahami alam semesta.
Korelasi antara modernisasi teknologi dengan Islam dapat dipahami dalam konteks bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperbaiki kehidupan umat manusia, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Di bawah ini adalah beberapa sisi yang menghubungkan antara keduanya.
Teknologi ibarat pedang, memiliki dua mata, bisa positif untuk kebaikan dan negatif untuk keburukan.
Dalam ajaran kita teknologi mutlak hanya untuk kebaikan. Islam mendorong umatnya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kebaikan umat manusia, baik itu dalam bidang kesehatan, pendidikan, atau pengembangan sosial. Teknologi yang digunakan dengan tujuan yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam sangat ditekankan.
Teknologi adalah buah dari ilmu pengetahuan, semakin tinggi ilmu pengetahuan semakin canggih teknologi yang dihasilkan. Sebagaimana kita ketahui, dalam Islam, ilmu pengetahuan dianggap sebagai kunci untuk memahami dunia dan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam Al-Qur'an, banyak sekali ayat yang mendorong umat Islam untuk mencari ilmu. Modernisasi teknologi sering kali berhubungan erat dengan kemajuan ilmiah, yang sejalan dengan prinsip Islam untuk menghargai dan memperdalam ilmu.
Dalam era modern seperti sekarang ini, teknologi sangat memegang peranan penting dalam dakwah. Teknologi, terutama internet dan media sosial, telah menjadi alat penting dalam dakwah Islam. Melalui teknologi, pesan-pesan Islam dapat disebarkan lebih luas dan cepat, memberikan akses kepada umat Islam di seluruh dunia untuk belajar dan berdiskusi tentang keislaman.
Kemajuan teknologi bisa sangat merusak sikap, cara berpikir dan cara bertindak seseorang atau komunitas. Oleh karena itu etika menggunakan teknologi sangat diperlukan. Bijak berteknologi atau bermedsos mencerminkan kepribadian yang baik. Islam mengajarkan pentingnya etika dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi. Teknologi yang digunakan dengan cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti penyebaran informasi palsu, hoax atau penyalahgunaan teknologi untuk merugikan orang lain, sangat dilarang dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Saat ini kita berada di era globalisasi yang borderless tanpa batas. Tentu dengan kondisi globalisasi juga mengandung tantangan.
Teknologi modern yang menjadi bagian dari globalisasi, membawa tantangan bagi kita sebagai umat Islam dalam menjaga identitas dan nilai-nilai keislamannya. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terjebak dalam budaya atau teknologi yang dapat merusak moral dan spiritual. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan sesuai dengan prinsip Islam.
Dengan demikian, modernisasi teknologi dalam Islam bukanlah masalah dalam hal pengembangan teknologi itu sendiri, tetapi lebih kepada bagaimana umat Islam menggunakannya dalam kerangka etika dan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama.
Dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat mengambil hikmah dari firman Allah swt yang
artinya: "Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?" (QS Al-Anbiya:80)
Berdasarkan tafsir Kemenag, bahwa pada ayat ini Allah menyebutkan karuniaNya yang lain, yang diberikan kepada nabi Daud as yaitu bahwa Daud as telah diberi Allah pengetahuan dan keterampilan dalam kepandaian menjadikan besi lunak di tangannya tanpa dipanaskan.
Karena keistimewaan ini Daud as bisa membuat baju besi yang dipergunakan orang-orang di zaman itu sebagai pelindung diri dalam peperangan. Kepandaian itu dimanfaatkan pula oleh umat-umat yang datang kemudian berabad-abad lamanya.
Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Daud as itu telah tersebar luas dan bermanfaat bagi orang-orang dari bangsa lain. Di samping menjadi mukjizat Nabi Daud, pada akhir ayat ini Allah mengajukan pertanyaan kepada umat Nabi Muhammad, apakah turut bersyukur atas karunia tersebut? Sudah tentu, semua umat yang beriman kepada-Nya, senantiasa mensyukuri segala karunia yang dilimpahkan-Nya.
Penulis berkepentingan menuliskan ayat dengan tulisan aslinya, oleh karena pembahasannya tafsir perkata.
Sebagai perbandingan ada penafsiran dalam Tafsir Jalalain yang secara ringkas penjelasannya sebagai berikut, "Dan Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi yaitu baju yang terbuat dari besi, dialah orang pertama yang menciptakannya dan sebelumnya hanyalah berupa lempengan-lempengan besi saja (untuk kalian) yakni untuk segolongan manusia (guna melindungi diri kalian)" jika dibaca "linuhshinakum". Maka dhamirnya kembali kepada Allah, maksudnya supaya Kami melindungi kalian. Dan jika ia dibaca "lituhshinahum", maka dhamirnya kembali kepada baju besi, maksudnya, supaya baju besi itu melindungi diri kalian. Jika dibaca "liyuhshinakum", maka dhamirnya kembali kepada Nabi Daud, maksudnya supaya dia melindungi kalian (dalam peperangan kalian) melawan musuh-musuh kalian. (Maka hendaklah kalian) hai penduduk Makkah (bersyukur) atas nikmat karunia-Ku itu, yaitu dengan percaya kepada Rasulullah. Maksudnya bersyukurlah kalian atas hal tersebut kepada-Ku.
Dengan demikian berdasarkan tafsiran ayat di atas, bahwa Islam sangat menganjurkan dan menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan kita. Serta sebagaimana mestinya tantangan kita sebagai generasi muda milenial yang dibekali dengan ragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
Maka seyogyanya harus mampu menjawab berbagai tantangan zaman, dengan mulai memanfaatkan media sebagai sarana untuk berdakwah, sarana untuk memasarkan hasil dari karyanya, menciptakan ruang-ruang diskusi yang sangat menggugah nalar kritis kita mengenai beberapa hal yang ada di lingkungan sekitar kita. Sehingga dengan para generasi mampu tampil dan mampu berperan guna menciptakan berbagai karya monumental yang bisa di nikmati oleh para generasi penerusnya.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Jambi, 27 Januari 2026
Dr. Chazim Maksalina, M.H.