(0741) 40131 jambipta@gmail.com

GEDUNG PTA OK

Sebagaimana kita ketahui pengawasan yang dilakukan oleh MA meliputi pengawasan eksternal(pengawasan rutin atau reguler) dan pengawasan internal (pengawasan melekat) di samping kadang melakukan pengawasan dengan operasi mendadak (sidak). Ketika ada laporan dan pengaduan dari luar yang harus segera ditindaklanjuti.

Tulisan ini membahas konsep dasar pengawasan dan evaluasi dalam Islam. Perspektif Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai evaluasi dan pengawasan internal melalui muhasabah serta eksternal melalui pengawasan Allah dan para Malaikat-Nya. Tulisan ini ada relevansinya dengan  konsep pengawasan dan evaluasi dalam manajemen organisasi.

Pengawasan dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan efisiensi organisasi dan memastikan pencapaian tujuan. Selanjutnya, tulisan ini mendalam pada pengertian Al-Häsib (Allah yang Maha Menghitung) dan peran para Malaikat sebagai pengawas. QS. al-Infitar: 9-12 menekankan bahwa setiap ucapan manusia direkam oleh pengawas yang mengetahui segala tindakan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengawasan dan evaluasi dalam Islam memiliki akar dalam ajaran Al-Qur'an dan memiliki implikasi signifikan dalam fungsi manajemen. Dengan memadukan prinsip-prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, dapat diharapkan organisasi dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif dan bermoral.

Pengawasan merupakan salah satu dari fungsi manajemen. Adanya pengawasan agar menjamin terlaksananya sebuah kegiatan dengan konsisten, sehingga tujuan dari kegiatan tersebut dapat tercapai dengan baik. 

Pengawasan dalam Islam mempunyai karakteristik antara lain: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia.

Dalam tulisan ini kita akan mempelajari tentang dasar dari pengawasan. Di dalam Islam, fungsi pengawasan dapat terungkap pada ayat-ayat di dalam al Qur'an surat As-Shof ayat 3:

"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Hadits-hadits yang mendukung pengawasan dalam Islam

Beberapa hadits Rasulullah Saw juga menganjurkan perlunya melaksanakan pengawasan atau evaluasi dalam setiap pekerjaan. Ajaran Islam sangat memperhatikan adanya bentuk pengawasan terhadap diri terlebih dahulu sebelum melakukan pengawasan terhadap orang lain. Hal ini antara lain berdasarkan hadits Rasulullah Saw sebagai berikut, artinya: "Periksalah dirimu sebelum memeriksa orang lain. Lihatlah terlebih dahulu atas kerjamu sebelum melihat kerja orang lain." (HR Bukhori).

Tujuan Pengawasan

Tujuan dari pengawasan, menurut pemikiran Islam, adalah untuk menunjukkan apa yang salah, memperbaiki apa yang salah, dan membenarkan apa yang baik. (Tanjung , 2003)

Menurut definisi di atas, pengawasan adalah kegiatan dalam manajemen yang mengatur

apakah pelaksanaan fungsional di lapangan sesuai dengan rencana yang berorientasi pada tujuan. Fokus kegiatan pengawasan adalah pada kesalahan, penyimpangan, cacat, dan hal-hal negatif seperti penipuan, pelanggaran, dan korupsi.

Pengawasan juga dilakukan untuk memeriksa dan menentukan apakah tugas-tugas perencanaan telah selesai atau belum. Selain itu, tujuannya adalah untuk menilai apakah pelaksanaannya memiliki cacat, kurang terorganisir, atau menyimpang dan jika ditemukan masalah, maka perlu dilakukan perubahan.

Dari sudut pandang Islam, tanggung jawab pengawasan adalah sebagai berikut: menghilangkan penindasan pemimpin terhadap rakyat; menghindari ketidakadilan; menghindari perilaku sewenang-wenang pemimpin; menjamin bahwa aturan Islam dapat dijalankan dengan baik sehingga tidak ada pelanggaran terhadap kebebasan bersama; melihat apakah aktivitas dari segala jenis sesuai dengan rencana yang diilustrasikan; memutuskan rencana kerja ke depan; mengevaluasi dan meningkatkan prestasi kerja bawahan; memastikan bahwa rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi dilakukan di semua tingkatan.

Tanpa pengawasan, pimpinan tidak akan dapat menemukan penyimpangan dari rencana yang telah disusun dan tidak akan dapat memperbaiki rencana kerja berdasarkan pengalaman sebelumnya. Ahmad Belkani menjelaskan prosedur kontrol dalam Syafri Harahap (1992) sebagai berikut: 1) Menyusun strategi dengan tujuan; 2) Menetapkan pedoman; 3) Mengevaluasi hasil kerja; 4) Membandingkan realitas dan pembuktian; 5) Melakukan langkah restoratif. Hal senada juga dikatakan oleh Robert J. Mockler ( 1993). Sedangkan menurut Stephen P. Robbin ( 2007), prosedur pemantauan terdiri dari tiga langkah: memperkirakan kinerja nyata, membandingkan pedoman kinerja aktual, dan membuat langkah administratif untuk mengatasi penyimpangan atau prinsip yang tidak memadai.

Pengawasan yang baik adalah pengawasan yang telah telah ada didalam diri sendiri, sehingga dalam membuat sebuah program harus menyertakan beberapa bentuk kontrol. Tujuannya agar setiap orang yang bekerja di suatu pekerjaan mendapat kesan bahwa pekerjaannya diperhatikan oleh atasan, tidak diperlakukan enteng atau diabaikan. Oleh karena itu, pengawasan terbaik adalah yang didasarkan pada sistem pengawasan terbaik dan orang yang diawasi.

Reward dan Punishment

Hukuman (punishment) dan penghargaan (reward) adalah komponen penting dari setiap sistem pengawasan yang efektif. Jika setiap manajer berusaha menjadi panutan terbaik bagi bawahannya, pengawasan akan berjalan dengan baik. (Tanjung, 2003).

Beberapa karakteristik penting agar sistem pengawasan baik sesuai dengan harapan adalah : Pertama, controlling (pengawasan) berorientasi masa depan: Kedua, kontrol bersifat multidimensi , dan kontrol yang baik tidak dapat dibangun melalui kegiatan dengan beberapa tujuan kecuali kinerja pada semua dimensi yang signifikan telah dipertimbangkan. Ketiga, menentukan apakah jaminan kinerja yang memuaskan telah terpenuhi.Keempat, mempertimbangkan nilai ekonomis, alat kontrol yang mahal, jika harus dilaksanakan maka jika manfaat yang diharapkan melebihi dari biaya.

Pada akhirnya untuk menjalankan fungsi organisasi suatu institusi atau lembaga baik pemerintah atau swasta harus menjalankan prinsip manajemen mulai dari perencanaan, pengaturan, pelaksanaan dan pengawasan yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan landasan pokoknya adalah sistem yang didasarkan pada nilai-nilai Islam.

Dirangkum dari beberapa  artikel (Pen.)

Wallahu a'lam bi showab

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart

Jambi, 28 Januari 2026

 

Dr. Chazim Maksalina, M.H.