
Dalam hitungan jam sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba, tidak sampai 24 jam atau 12 jam kita akan bertemu sayyidu syuhur Ramadhan 1447 H, kita telah mengetahui hasil sidang itsbat pengumuman pemerintah senja hari kemarin setelah diadakan sidang itsbat penentuan awal bulan melalui ru'yatul hilal(melihat bulan tanggal satu). Sebagian dari kalangan kita bahkan sudah ada yang memulai puasa pada hari Rabu 18 Februari 2026, meskipun berbeda kita harus mengedepankan penghargaan, sebagian besar kelompok yang lain tetap memedomani keputusan pemerintah.
Kali ini kita akan membedah kata Ramadhan secara etimologis dan bentukannya. Ramadhan berasal dari kata kerja ramadha (رمض) yang artinya membakar dan ditambah huruf alif (ا) dan nun (ن) berubah bentuk menjadi masdar kata benda dan dijadikan nama bulan Ramadhan (رمضان). Ada beberapa ahli bahasa yang memberi makna kata Ramadhan setiap hurufnya.
Makna Ramadhan dari Huruf per Huruf
Kita akan mengurai pemaknaan kata Ramadhan huruf demi huruf. Pertama huruf ra adalah rahmatun minallahi, artinya rahmat dari Allah. Sebagaimana kita ketahui bulan Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi rahmat, pada bulan inilah Allah memberikan rahmat kepada umat dan semesta alam melebihi daripada bulan selain Ramadhan, Nabi saw bersabda, "10 hari awal Ramadhan adalah rahmat", (Al Hadits).
Kedua, huruf mim adalah maghfiratun minallahi artinya ampunan dari Allah. Pada bulan Ramadhan Allah membuka pintu ampunan bagi hambanya yang memohon ampun atas segala dosa dan salahnya selama menjalani hidupnya. Dalam hadits disebutkan yang artinya, "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap balasan Allah, maka diampuni segala dosa yang lalu" (Al Hadits).
Ketiga, huruf dhad adalah dhamaanun liljannah artinya jaminan untuk surga. Bulan Ramadhan adalah jaminan surga. Sabda Nabi saw, "Emoat orang dirindukan surga, (salah satunya) orang yang puasa pada bulan Ramadhan" (Al Hadits). Balasan orang mukmin yang berpuasa adalah Allah sendiri yang menjamin. Allah sendiri yang membalasnya.
Keempat, huruf alif adalah amanun minan naar artinya aman selamat dari api (neraka). Pada bulan Ramadhan adalah dibuka pintu surga ditutup pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan. Sebagaimana hadits di bawah ini, yang artinya: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).
Kelima, huruf nun adalah nuurun minallahi artinya cahaya dari Allah. Puasa tidak hanya meninggalkan yang lahir yang batin juga puasa seperti pikiran dan hati harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Jika hati dan pikiran kita bersih, maka hati itu akan bercahaya, kalau hati bercahaya maka dia akan mampu memberi penerangan bagi orang lain.
Arti Kata Puasa, Saum dan Siyam
Kata puasa dalam bahasa Indonesia ternyata berasal dari bahasa Sansekerta yakni upavasa, âUpaâ berarti dekat dan âvasa/wasaâ berarti yang maha agung. Upavasa berarti mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung.
Sedangkan kata shaum atau shiyam, keduanya sama-sama terbentuk dari lafaz shaama-yashuumu yang bermakna menahan (imsaak). Dalam tataran ilmu shorof , keduanya merupakan bentuk masdar. namun, untuk lafaz shiyam mengikuti wazan fi’al yang menurut sebagian ulama mengandung makna mufa'alah.
Shaum dan shiyam bermakna imsaak yaitu menahan. Pertama maksudnya adalah menahan diri dari segala yang membatalkan secara syar'i yaitu meninggalkan makan, minum dan hubungan biologis pasangan mulai terbitnya fajar sodik sampai terbenamnta mata hari di sore hari, disertai niat puasa di malam hari. Secara umum saat puasa dilarang memasukkan atau kemasukan atau dimasuki benda padat atau cair ke dalam tubuh.
Kedua, saat puasa seseorang harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan pahala puasa. Menahan di sini mengandung arti menahan indera dhahiran wa bathinan (lahir batin). Puasa pikirannya, mata, telinga, hidung dan telinganya, puasa perutnya, puasa bagian bawah perutnya dan yang paling penting puasa hatinya.
Puasa hati adalah menahan diri dari pamer (riya’), marah (ghadhab), lalai dan lupa (ghaflah wan÷ nisyah), was-was (was-wasah), frustrasi (ya’s), rakus (tama’), terperdaya (ghurur), bangga diti (ujub), ingin didengar (sum'ah), sombong (takabur) dengki dan iri hati (hasd wal hiqd). Intinya membuang perangai buruk (akhlaq madzmumah).
Ketiga seorang yang berpuasa dia harus mampu menahan diri dari segala keburukan. Karena tujuan puasa adalah mencetak pribadi muttaqin orang yang bertakwa adalah orang yang memiliki komitmen untuk mengerjakan semua perintah dan menghindari semua larangan Allah. Oleh karena itu dalam Al Qur'an setiap ada ayat menyebut al jannah(surga) selalu di kaitkan frsa u'iddat lilmuttaqiin(disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa).
Akhirnya semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini, dalam rahmat, maghfirah dan keberkahan. Selamat menunaikan ibadah puasa di Ramadhan karim.
Wallahu a'lam bi showab.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhamnad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Jambi, 18 Februari 2026
Dr. Chazim Maksalina, M.H.